AADHMD: Ada Apa Dengan Harga Minyak Dunia

Tahun 2015 kemarin bisa dibilang tahun yang sulit untuk industri minyak di seluruh dunia. Rata-rata harga minyak tahun 2015 berdasarkan OPEC menyentuh USD 49.15/barrel, turun 48% dari tahun sebelumnya (referensi: harga minyak). Penurunan yang cukup signifikan mengingat tahun 2012, harga rata-rata minyak mencapai USD 109.45/barrel.

Beberapa tahun terakhir (2015 ga termasuk ya, DUH) merupakan tahun-tahun keemasan buat industri minyak bumi karena industri ini menjadi favorit bagi para fresh graduate dan pencari kerja di hampir semua kampus – kampus terkemuka di Indonesia dan dunia; Gaji yang tinggi, fasilitas kelas atas, masa depan yang gemilang, istri yang cantik/suami yang tampan, idaman mertua dan lain sebagainya.

Still relevant tho, but it might face a bumpy road ahead. 

Menurut data dari konsultan PwC, ada sekitar 87.000 karyawan yang di lay-off selama tahun 2015 di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, belum ada PHK besar-besaran di perusahaan minyak, walaupun beberapa waktu terakhir santer terdengar kabar bahwa Perusahaan minyak kelas dunia di duridumaiminas sana akan melakukan efisiensi pegawai yang cukup signifikan salah satunya dikarenakan mereka memutuskan tidak memperpanjang kontrak di blok kalimantan (lirik: Chevron Boom) . WellGod Only Knows. 

Ada beberapa penyebab kenapa harga dunia sekarang bisa seperti ini, antara lain: oversupply shale oil dan shale gas Amerika Serikat yang melimpah ruah dengan biaya produksi yang rendah menyebabkan harga jualnya jadi murah, oversupply minyak dari Iran akibat pencabutan embargo ekonomi, dan perlambatan ekonomi China yang merupakan konsumen besar minyak.

But this, my friend, is unsurprisingly not abnormal. 

Ada grafik kece banget dari British Petroleum yang menunjukkan grafik fluktuasi harga minyak dari tahun 1861 sampai saat ini.

Screen Shot 2016-02-04 at 2.49.32 PM.png

Seperti yang bisa dilihat di grafik diatas, ada fenomena dimana kalo harga minyak spike significantly secara tiba-tiba, ga lama kemudian harga akan drop. Seperti pada tahun 1973, Yom Kippur War yang digadang-gadang sebagai penyebab kenaikan tajam harga minyak pada masa itu, dimana negara-negara besar penghasil minyak seperti Arab Saudi menyetop supply ke negara barat karena mendukung Israel berperang melawan Syria. Lalu pada tahun 1980an, harga minyak turun drastis akibat lesunya ekonomi dunia menyebabkan demand juga ikut merosot.

Jadi memang fluktuasi harga minyak dunia pernah dan mungkin akan terjadi lagi nanti. Penting untuk melihat apa yang dilakukan pada saat itu untuk bisa survive di dunia per migas an. Walaupun memang tidak bisa dibandingkan secara apple to apple apa yang terjadi dahulu dengan sekarang, mungkin dulu lulusan perminyakan ga banyak kayak toge seperti sekarang, dan kondisi cadangan yang makin kesini makin berkurang. Dan meskipun perkembangan energi baru dan terbarukan mulai terlihat signifikan, tapi sepertinya dalam waktu dekat, industri migas belum akan punah dari dunia yang fana ini.

Lalu apa hubungannya dengan Indonesia?

Banyak kita baca di berita,

“Kenapa dengan harga minyak dunia yang serendah ini, harga BBM di Indonesia masih diatas rata-rata harga BBM dunia?”.

Di Indonesia Per Januari 2016 kemarin Harga BBM penugasan Premium Ron88 adalah Rp 6.950 (Rp 7.050 untuk Jawa Madura Bali) sedangkan harga solar Rp 5.650 (Rp. 5.750 untuk Jawa Madura Bali), dibandingkan dengan harga BBM di seluruh dunia semisal di Malaysia, harga BBM Ron95 (kualitas lebih baik) mencapai Rp 5.600 per liter dan harga diesel mencapai Rp 4.320 per liter.  Tentu ada beberapa negara lain yang harga BBM nya lebih mahal dari Indonesia seperti di Mexico yang menjual BBM nya dengan harga Rp. 12.250 per liter.

Hampir semua pemangku kepentingan dari pengamat, anggota dewan yang terhormat, akademisi dan sebagainya berlomba-lomba menunjukkan taji mereka dengan memperlihatkan riset-riset terkait hitungan BBM yang menurut mereka ‘seharusnya’ diterapkan di Indonesia saat ini.

Tentu ada beberapa pertimbangan dari pemerintah menentukan harga BBM sesuai dengan harga saat ini:

Harga BBM yang kita bayar hari ini adalah harga minyak yang dibeli oleh Pertamina selama 3 bulan sebelum ditentukan harga selanjutnya. Jadi harga yang kita bayar bulan januari 2016, merupakan harga minyak yang dibeli dari bulan Oktober – Desember 2015. Begitupun nanti harga yang akan ditetapkan bulan April 2016, merupakan harga minyak yang dibeli pada Januari – Maret 2016 (lihat grafik dibawah), hal ini sesuai dan tertuang dalam Permen ESDM No 4/2015 dan Permen ESDM No 39/2015:

  • Menteri menetapkan harga BBM setiap tiga bulan sekali atau apabila dianggap perlu dapat menetapkan lebih dari satu kali dalam setiap tiga bulan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kestabilan sosial ekonomi, pengelolaan harga dan logistik serta untuk menjamin penyediaan BBM Nasional

Screen Shot 2016-02-04 at 3.34.19 PM.png

Lah kenapa kok ga fluktuaif sesuai harga market aja? Supaya pas lagi murah gini harga BBM juga jadi murah.

Nah ini, enak ngomong sekarang pas lagi harga minyak murah meriah, lah kalo lagi diatas kayak 2 – 3 tahun yang lalu? pada protes deh kalo pake harga market karena tidak sesuai dengan UUD dsb, keluar deh tuh ayat-ayat pembenaran dari para pengamat tadi.

Disinilah peran pemerintah diperlukan. Sebagai pembuat kebijakan, tentu pemerintah harus memutuskan hal ini dari berbagai sudut pandang: situasi ekonomi di Indonesia, kondisi Pertamina, kondisi masyarakat umum secara luas, dsb. Tahun lalu pemerintah pernah mencoba menentukan perubahan harga dengan melihat fluktuasi harga minyak per bulan, namun ternyata menimbulkan keriuhan di masyarakat karena ternyata kondisi ekonomi Indonesia belum siap menghadapi perubahan harga secepat ini; kalau harga naik, harga bahan dasar pangan naik, harga transportasi naik, tapi kalau harga turun, harga yang lain tidak ikut turun. Nah ini lah kondisi yang cukup berbeda dari negara-negara lain yang harga BBM nya berubah setiap hari, kalau di Australia atau Malaysia, harga BBM mau jumpalitan naik turun, tidak akan berpengaruh signifikan dengan harga-harga lain seperti transportasi dan bahan pangan.

Tahun 2015, PT. Pertamina melaporkan kerugian dari penjualan BBM dengan angka yang cukup besar, sekitar Rp 12 – 15 triliun (belum angka audit oleh BPK). Itu dikarenakan pada tahun 2015 kemarin, pemerintah menahan harga BBM Rp 7.300/liter selama 9 bulan. Harga tersebut jauh dibawah harga keekonomian harga minyak dunia yang pada saat itu berada di range USD 55 -85/barrel (lihat grafik diatas). Disisi lain, Pemerintah harus mendukung penguatan Pertamina supaya menjadi World Class Company, sehingga penting juga untuk menjaga Pertamina sebagai perusahaan yang kuat dari semua sisi.

Dalam harga BBM yang saat ini, juga ada komponen biaya distribusi BBM. Seperti  yang kita tahu, Indonesia merupakan negara kepulauan yang menjadikan distribusi BBM menjadi tantangan tersendiri. Penduduk di Jakarta mungkin hampir tidak pernah merasakan sulitnya mendapatkan BBM dikarenakan distribusi di Jakarta tidak terlalu sulit. Lain halnya dengan masyarakat yang berada di Nusa Tenggara Timur, Pertamina melaporkan bahwa sudah ada 15 kapal distribusi BBM yang tenggelam akibat memaksakan berlayar di gelombang tinggi. Kalau mereka tidak memaksakan, masyarakat di NTT akan sulit mendapatkan BBM, jikapun ada, harga BBM disana bisa mencapai Rp 30.000/liter. Lumayan ya, negara kita yang tercinta ini?

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah untuk menjawab tantangan-tantangan ke depan. Sebagai upaya selanjutnya, Pemerintah berencana membangun tangki-tangki BBM di 25 lokasi di daerah timur dengan anggaran yang cukup besar untuk menjaga ketahanan energi di wilayah timur.

My point is, untuk membuat kebijakan tentu harus melihat dari berbagai sisi dan Indonesia ini adalah negara yang unik sehingga sulit jika terus dibanding-bandingkan dengan negara-negara lain. Dengan berbagai tantangan dan permasalahan yang ada, Pemerintah terus menerus mencari solusi terbaik agar ke depan, Ketahanan Energi di Indonesia bukanlah hal yang mustahil. Jadi, mari kita kerja keras bareng-bareng untuk membantu Indonesia dari manapun yang kita bisa. Be positive, stay positive!

 

Yogyakarta

RF

Advertisements

2 thoughts on “AADHMD: Ada Apa Dengan Harga Minyak Dunia

  1. Menarik Mat! Sejujurnya gue pun belum terlalu ngerti tentang penentuan harga BBM. Interesting point on the logistics part though. Ini juga mempengaruhi harga-harga barang atau komoditas vital lainnya seperti sembako. Gimana menurut lo cara untuk mengatasi tantangan ini, terutama karena Indonesia adalah negara kepulauan?

    Better infrastructure is of course the simple answer. Namun tau sendiri bahwa jargon aja ngga cukup. Apa sih langkah taktis yang bisa Pemerintah lakukan? Apakah perlu membangun refinery di masing-masing kawasan pulau, mengingat bahwa mungkin kebutuhan di pulau-pulau yang lebih kecil ngga segede?

    Interested for your view. Thanks for sharing your thoughts & educating us!

    1. Thanks Cah!

      Menurut gw, selama ini perencanaan infrastruktur itu lebih ke ‘cepat menyerah’. Karena tau di Indonesia timur itu laut dalam, ekonomi belum tumbuh, jadi kalo invest ksana ga menguntungkan dsb.

      Nah itu juga jadi fungsi pemerintah sih untuk menganalisis mana infrastruktur paling pas. Jadi bukan hanya membangun infrastruktur, tapi mencocokkan mana infrastruktur paling tepat. Misalnya, bangun pipa di indonesia timur itu mahal dan ekonomis, makanya skema paling pas untuk distribusi gas pake virtual pipeline, dan lain lain. Setelah itu penting juga untuk pemerintah yang mulai, invest pake APBN, planning development untuk warga sekitar, trus diharapkan ekonomi wilayah akan tumbuh seiring dibangunnya infrastruktur.

      Kalo kilang kecil mungkin agak susah ya Cah, storage aja sudah cukup sebenarnya. Kalo kilang lebih baik yang besar sekalian. Dengan adanya storage, kita bisa simpan minyak untuk 3-4 bulan, jadi kalau pengiriman dijadwalkan telat, masyarakat setidaknya masih punya cadangan.

      segitu dulu Cah! Thanks for reading my writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s