Suka Berbicara Bahasa Asing = Tidak Cinta Indonesia?

Malam ini ada perbincangan menarik di Grup Teknik Mesin 08, seperti halnya forum-forum di tempat lain, selalu ada perdebatan kecil antar di dalamnya. kali ini topiknya : “Suka mencampur-campur Bahasa Indonesia dengan bahasa asing sama dengan tidak cinta Indonesia”

Menarik, karena saya objek yang diserang HAHA. karena saya yang suka mencampur-campur bahasa indonesia dengan bahasa asing, atau malah berbahasa asing, dianggap tidak nasionalis, tidak menghormati sumpah pemuda, dll.

“berbahasa asing cukup dengan mereka yang tidak mengerti bahasa kita mat, karena gw ga mau salah satu putra terbaik kita nanti malah lupa berbahasa indonesia yang baik dan benar” – kata salah satu teman saya

saya kurang sependapat dengan pendapat ini. menurut saya, dengan berbahasa asing bukan berarti tidak cinta Indonesia. sama sekali tidak ada relevansinya. mengapa? karena kita semua punya peran masing-masing di negeri ini. semua harus dan wajib menjaga kelestarian bahasa indonesia sebagai budaya kita, tapi ada juga yang berperan untuk mengembangkan bahasa ini, supaya bisa berkembang dan menjadi salah satu bahasa yang dikenali oleh banyak orang di dunia. kalau kita cuma terkukung aja di dalem negeri, dengan pikiran kolot, kapan mulai berkembang? apakah menurut saya mereka yang berpendapat seperti itu salah? tidak sama sekali. tapi menurut saya, yang saya lakukan juga tidak salah. buat saya ini cuma perbedaan pendapat dan sudut pandang, yang kesemuanya itu dipengaruhi oleh lingkungan dimana dia tumbuh dan dimana dia lama berada selama ini.

“semua ada tempatnya mat, bukan tidak boleh berbahasa asing tapi sesama bangsa kita pakailah bahasa indonesia yang baik naikan kebanggaan bangsa kita dengan bahasanya seperti orang” jerman dan jepang.jangan sampai bahasa kita nanti jadi celaan karena hanya orang” yg tidak berpendidikan yang menggunakannya.hanya sekedar saran mat, dari sudut pandang gw dan beberapa orang.” -lanjut teman

nah ini sudut pandang menarik, yes Jerman dan Jepang adalah negara besar, tapi apakah mereka lebih hebat daripada negara yang lebih ‘menerima’ bahasa asing seperti China, India, Brazil, dll. akhirnya negara seperti Jerman dan Jepang akan berhenti disitu aja. ga kemana-mana dang ga ngasih pengaruh apa-apa buat siapa-siapa. coba lihat negara seperti India, China, Brazil, dll yang mulai membuka diri mereka dengan tujuan semata-mata ingin mengembangkan negara mereka supaya naik ke tingkat yang lebih tinggi. sekarang mereka punya BRICS, Brazil, Russia, India, China, and South Africa, yang membentuk sebuah kekuatan ekonomi baru melawan hegemoni barat. mereka juga sadar bahasa mereka juga penting, dan mereka menjaga sampai mati bahasa itu. tapi apakah mereka menutup diri untuk selalu terkukung dengan bahasa mereka sendiri? tidak! mereka ber DIASPORA.menyebar benih-benih bangsa baru untuk mengembangkan negaranya ke negara-negara lain, DENGAN mempelajari bahasa asing tersebut. dan membiasakan bahasa tersebut semata-mata untuk tujuan tadi, TANPA meninggalkan bahasanya. that’s in my opinion, eh, itu tadi opini saya.

dan mungkin, highlight-nya, eh, poin utamanya, adalah penggunaan bahasa yang bercampur. itu sebenarnya tergantung dari tujuannya. apa cuma mau pamer doang, atau ada tujuan lain, seperti melatih diri untuk menulis dengan berbahasa inggris sesuai tujuan orang tersebut. intinya,

1. Mencintai Bahasa Indonesia dan Indonesia tidak melulu selalu diliat dari penggunaan bahasa yang bercampur atau tidak. saya banyak bertemu orang yang berbahasa asing, atau mencampur, justru sangat mencintai bahasa Indonesia, Pak Anies Baswedan, Bu Tri Mumpuni, saya pernah satu ruangan rapat dengan beliau, dan beliau senang mencampur bahasa. buat saya, mereka justru menunjukkan, telah menunjukkan, kecintaannya terhadap Indonesia. jadi sekali lagi tidak relevan bila dikatakan bahwa mencampur bahasa, menjadi tidak cinta Indonesia. sekali lagi dengan sudut pandang saya dan opini saya.

2. Setiap orang punya perannya masing-masing, ada yang bersikeras untuk menjaga bahasa indonesia, dengan mengingatkan satu sama lain, dan lain-lain. ada juga yang berniat untuk mengembangkan bahasa ini. jadi, saling menghargai lah. hehe

itu saja kawan-kawan. saya tidak akan berhenti untuk mencampur-campur karena saya punya tujuan yang mau saya tuju! haha

selamat malam, sampai jumpa kawan!

Advertisements

12 thoughts on “Suka Berbicara Bahasa Asing = Tidak Cinta Indonesia?

  1. Aaaa mamat suka banget postingan ini, haha bener-bener hal yang sering kejadian di sekitar aku…Sependapat sama kamu buat gak menjustifikasi dari pencampuran bahasa, apalagi kalo udh kebiasaan memang susah dan bukan maksud pamer kan..-> contoh : orang yang lama kuliah di luar negeri sampe ada beberapa vocab yg mereka bingung di Indonesiainnya kayak apa haha
    Ayo laksanakan peran masing2!

  2. hmm setuju sama elo mat. soalnya emang terkadang suka susah membahasa Indonesia kan kata yang udah familiar dalam bahasa asing hehe

  3. HI Rachmat,

    Saya nggak sengaja masuk ke blog kamu dan tertarik memberikan komentar untuk tulisan kamu ini. Kebetulan saya dulu kuliah linguistik Indonesia di Depok, jadi topik mengenai bahasa dan kebahasaan menarik minat saya. Terima kasih sudah menulis ini, ya.

    Saya setuju dengan pendapat Rachmat, bahwa menggunakan bahasa asing tidak berarti menjadi bukan Indonesia. Bahasa adalah salah satu produk kebudayaan, dan seperti sifat hakikinya, budaya pasti mengalami perkembangan. Saya pribadi melihat melihat orang Indonesia yang mampu berbicara asing sebagai insan beridentitas lokal tetapi diperlengkapi dengan paradigma global. Insan-insan seperti ini lah yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Globalization brings people closer together.

    Hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana mengelola perkembangannya. Kalau boleh menyarankan, hindari menggunakan dua bahasa campur-campur, apalagi dalam satu kalimat. Misalnya, kalau mau bicara bahasa Inggris, boleh, tetapi tuntaskan dalam satu ujaran. Setelah itu mau pakai bahasa Indonesia lagi, ya, boleh-boleh saja. Dengan mempertahankan konsistensi berbahasa, ini memperkokoh pemetaan bahasa di otak kita.

    Semoga, saya nggak kebanyakan ngomong, ya. Karena asik sendiri, hehe.

    Salam,
    HC

  4. selamat pagii.bg boleh bertanya? contoh penggunaan bahaasa indonesia yg bercampur dngn bahasa asing itu gmna/
    sekian nd trimaksih

  5. Wah ane malah ketawa kalau lihat chat2 lama ane (bulan pertama kuliah) yang campur indo-inggris (contoh : “Datang but late”) … Karena waktu itu ane memang sengaja alias dibuat2…

    Alhamdulillah sekarang kalau ane campur indo inggris itu kemungkinan besar berarti refleks/tidak sengaja, bukan dibuat2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s