MAN JADDA WA JADA

if you’re thinking that i’m gonna review ‘Negeri 5 Menara’ movie, well i’m not.
yes if you see that as a whole movie, that wasn’t as touchy as Ayat-Ayat Cinta and not as fascinating as Laskar Pelangi,
but hey, that was still a good movie. at least, i’ve got the messages. that’s what i’m trying to write now. hope u guys enjoy it.

1. Parent’s wishes

scene-scene awal mengenai dilematisme sang tokoh utama yang tidak mau bersekolah di Sekolah Islam dan lebih memilih sekolah di SMA biasa di Bandung. dengan segala circumstances yang ada, akhirnya dia memilih untuk pergi ke Pesantren mengikuti perintah dari Ibunya. perasaan macem gini dulu pernah banget saya rasain waktu naik dari kelas 1 SMA ke kelas 2 SMA. i could still feel that until know, bahwa jiwa raga saya itu IPS, tapi orang tua menyarankan untuk memilih IPA. singkat kata, saya memilih IPA akhirnya, dan sampai sekarangpun saya masih terjebak di Teknik. i’ve tried my single best to did what i have to do, tapi emang setelah menjalani more than 6 years, rasanya saya sudah memutuskan memang Science and Engineering is not my thing, so then i decided to do what i love the most. social and politics. pergulatan batin yang saya rasakan waktu itu cukup similar seperti tokoh Alif di film ini, keinginan kita vs keinginan orang tua. pada akhirnya, saya SAMA SEKALI tidak menyesal atas semua pilihan yang sudah saya ambil, saya bahagia orang tua saya bahagia, and that’s way better than anything. walaupun perjalanan nya sangat melelahkan dang sangat tidak menyenangkan, tapi membuat orang tua saya bangga adalah pilihan yang terbaik yang pernah saya ambil. love u Mom and Dad.
2. Man Jadda Wa Jada

nah konsep ini menarik banget buat di aplikasikan, Man Jadda Wa Jada berarti Siapa yang Bersungguh-sungguh pasti akan dapat. waktu kemaren lagi nyari-nyari info tentang S2 di Amerika, dapet artikel tentang seorang Indonesia yang belajar di Amerika, di artikel tersebut, dia menjelaskan bahwa bagaikan mimpi bisa kuliah di Negeri Paman Sam, karena duit tak punya, IPK pun tak tinggi. tapi dia yakin bahwa Kesempatan dan Keberuntungan itu datang buat orang yang berusaha menjemput cita-cita tersebut. wah that words boosted me more then ever. hahah mengingat what happened to him, also happen to me. fight til we get! Man Jadda Wa Jada!

3. pesantren

stereotype pesantren selama ini di fikiran banyak orang adalah, ngaji, sholat, boring. tapi dengan melihat film ini rasanya semua kebuka fikiran baru, bahwa di pesantren, banyak banget value yang di berikan di segala bidang dari bahasa, disiplin, akademik, dan rohani pastinya. way to go! semoga makin banyak pesantren2 yang mencontoh Gontor!
4. kalo mau tau, rasain dulu

ini penting. jangan pernah mengeluh dan takut mencoba. i’ve been there before, kalo misalnya saya ga mau rasain, rasanya udah keluar dari jurusan ini sedari dulu. but deep down i know exactly someday somehow there will come a day when i realize that this is good for me, and that i know, because i’m trying. right now. so this is a good thing for me to learn. semoga ke depannya saya berani ambil resiko yang lebih besar lagi, untuk hasil yang much much bigger.
6. IKANG FAWZI HAHA

this is just for kidding. but each time i saw Ikang Fauzi on the movie, all what’s on my mind is On Clinic. lol

 

that’s it. enough for now.

catch ya later!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s