Wake Up Call

it’s been forever since i wrote my last blog. kinda miss writing this thing, so here i go again.

actually i want to write something that suddenly came up in my mind, and these came up when i was talking to lot of people.

awalnya saya berfikir bahwa ini adalah common problem that happen everytime. tapi nampaknya masalah ini mulai berpengaruh kepada hal lain dan cukup merugikan beberapa pihak. waktu di ITBFair saya sempat mengobrol banyak sama salah satu Senior saya yang sudah lama kenal sedari SMA, dan sangat aktif di kemahasiswaan terpusat. dan problemnya sebenarnya sama, bahwa sekarang Role Model dan arah tujuan dari mahasiswa, khususnya anak-anak ITB sekarang agaknya berubah.

dari dulu sudah banyak yang merasa bahwa sekarang kemahasiswaan nampaknya mulai tidak menarik di mata mahasiswa. mungkin yang terlihat adalah kemahasiswaan itu boring, wasting time, lack of benefit, dan terlihat tidak menarik. mungkin iya juga sebenernya dengan melihat keadaan sekarang. banyak kegiatan kemahasiswaan yang hanya ‘melanjutkan’ yang sudah ada saja, tanpa melihat relevansi nya dengan keadaan sekarang, contoh, Forsil misalnya, sekarang sepertinya forsil itu cuma jadi ajang mencari kesalahan panitia dan unjuk kekuatan himpunan. memang ga salah sih mencari kesalahan supaya panitia terus memperbaiki keadaan dan kepantiaan, tapi kesan yang terjadi adalah panitia hanya di serang dan solusi yang muncul pun hanya normatif aja. sehingga, menurut saya, forsil agaknya banyak menghambat kinerja panitia. coba liat Pasar Malam ITB, ga ada forsil, sama-sama memabwa isu tapi ga pernah diprotes, hasilnya cukup baik dan menambah pengalaman baru, sedangkan ITBFair, banyak di forsil, banyak di kritik, tapi hasilnya dianggap kurang memuaskan, PADAHAL, kalo bisa dibilang hasil ITBFair kan hasil bareng-bareng dari massa kampus dengan segala masukannya, well, i don’t know a lot and too deep. these all i can say about kemahasiswaan yang mulai ditinggal mahasiswa-mahasiswanya.

sekarang, kita bisa lihat mahasiswa-mahasiswa lebih mencari sesuatu yang self-enrichment, pencapaian diri sendiri, prestasi pribadi. lupa mahasiswa sama hal besar yang dulu pernah dibuat bareng-bareng. makanya ga salah kalau sekarang muncul istilah “Dulu yang membuat besar ITB adalah mahasiswa-mahasiswanya, tapi sekarang mahasiswa-mahasiswanya yang memanfaatkan kebesaran nama ITB”. ga salah, tapi rasanya ga appropriate aja kalau begini terus keadaannya. sekarang orang-orang banyak ikut kompetisi di luar sana, ikut konferensi keliling dunia, jadi duta forum mewakili ITB, tapi berujung pada kepentingan pribadi yang ga ada gunanya buat orang-orang di sekitar dia. ga salah sekali lagi, tapi kurang pantas rasanya. makanya sekarang banyak orang di luar sana, para scientist pintar dan cemerlang, memilih untuk bekerja dan mengabdi di luar negeri, dengan dalih di Indonesia ga dihargai, dan disana lebih dihargai. this is not all about the price or the way you’ve been threatened, but more of like, come on this is your country, jangan pernah nyerah sama keburukan bangsa kita sekarang. we can can make some changes if we want to. just believe it and do it. saya lebih menghargai orang-orang yang tidak terlalu kaya, tapi berbuat banyak sama warga sekitar, dibanding orang kaya, tapi cuma buat sendiri. buat apa? buat apa coba sekarang kalau cuma kaya saja atau sukses saja tapi ga berimpact buat siapa-siapa. kalau kata Adele, you guys are set fire to the rain. because simply you’re doing nothing IF you did that for yourself.

banyak orang yang membuktikan bahwa mereka lebih mulia karena simply mereka peduli sama orang lain dan ga menyerah sama keadaan. that’s something that i learned from Indonesian Young Changemaker Summit 2012 yang diadain 10-13 Februari 2012 kemarin di Bandung. disana, saya bertemu dengan 200 pemuda indonesia yang optimis dan percaya bahwa akan ada perubahan yang baik buat bangsa Indonesia. dan mereka ga menyerah sama keadaan di tengah berita-berita negatif tentang Indonesia. ada seorang pemuda namanya Leonardo Kamillius dari Jakarta, dia rela keluar dari perusahana asuransi finance yang super aman dan membuat dia kaya lalu memilih untuk membuka sebuah koperasi micro finance seperti Prof. Muh. Yunus untuk membantu warga di sekitar rumahnya, dan dia tetap hidup properly. dan ada seorang pemuda bernama Asep Kambali, yang membuat Komunitas Historia Indonesia, karena dia prihatin terhadap kepedulian pemuda akan sejarah bangsanya, pada saat di IYCS bahkan beliau sempat menantang peserta lain, “ada yang tahu asal nama Indonesia darimana? kenapa Garuda Pancasila menghadap ke Kanan? mengapa bintang pada sila pertama berwarna emas?” dan mayoritas peserta lain tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut. so? what can we proud of?

berprestasi tidak salah, menang banyak lomba dan menjadi perwakilan ITB di forum international ga pernah salah, tapi ada baiknya, kita juga memikirkan impact dan hal lain yang menyangkut orang banyak, since we’re living in this third world country, beban kita sebagai mahasiswa dan manusia berpendidikan tidak pernah mudah, we have to share it, we have to believe it, and we have to do it. saya juga masih banyak belajar, saya juga masih banyak kesalahan dan masih harus banyak bertanya. tapi setidaknya saya punya kemauan untuk melakukan hal lebih yang berimpact pada orang banyak.

Prof. Muh. Yunus, Pemenang Nobel Perdamaian karena usaha micro credit-nya banyak membantu warga miskin di Bangladesh, once said,

“Sometimes in college, in university, they thought you something that so complicated, yes when you read it on a text book, it looks complicated, but in a real life, the problem in the real world is very simple if you look it as they are. and that’s when the opportunity arises for making the changemakers, making a different to people’s life. and once you’ve making a different to one person’s life, you know you find the key to open the solution, if you can make a solution for one people then you can use it to solve another problem for million people, even billion. so it’s a repetition. that’s what changemaking is all about.”

so people, start to do something, bigger than just for ourselves. start to impact other people lives. do not ever give up and always believing ourselves, that we can do this together. i believe. do you?

…RF

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s