A brief concept on what we are doing in the future

What happen?

Indonesia sebagai salah satu negara terkaya, dengan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam terbesar di dunia, saat ini belum mampu memaksimalkan semua potensi yang ada untuk membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia. Padahal, dinamika ekonomi domestik dan global mengharuskan Indonesia senantiasa siap terhadap perubahan. Keberadaan indonesia di pusat gravitasi ekonomi global, yaitu kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, mengharuskan Indonesia mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk mewujudkan negara maju dengan hasil pembangunan dan kesejahteraan yang dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dalam bukunya, States, Markets and Capitalism, East and West.2007. Giovanni Arrighi menulis sebuah quote: “Europe was the Past, America is the Present, and Asia is the Future”.

Pernyataan Giovanni Arrighi ini didasarkan pada sejarah akan tumbuhnya kekuatan-kekuatan ekonomi pada jamannya. Pada saat James Watt menemukan dan membuat mesin uap pada tahun 1765, industri di Eropa berkembang sangat pesat. Eropa menjadi motor penggerak di sektor industri dan memproduksi berbagai barang yang mampu meningkatkan kekuatan ekonomi Eropa pada saat itu.

Amerika yang tak mau ketinggalan oleh Eropa, mulai membenahi sektor industri, dan menciptakan produk-produk baru yang inovatif dan mampu bersaing sehingga menjadikan Amerika sebagai kekuatan ekonomi baru di dunia dan menjadikan Amerika sebagai negara superpower di dunia.

Saat krisis ekonomi global tahun 2008 melanda dunia, negara yang sebelumnya menjadi kekuatan ekonomi global mulai terpuruk dan merasakan dampak dari krisis tersebut sehingga membuat ekonomi negara-negara Eropa dan Amerika melemah. Cina, sebagai negara dengan kemajuan ekonomi yang pesat mulai meyerang pasar dunia dengan kemampuannya yang dikenal dengan istilah ATM which stands for Amati, Tiru, dan Modifikasi. Segala program pemerintah Cina dilakukan dalam upaya agar masyarakat Cina sadar akan pentingnya membuat sebuah barang dan menghasilkan sesuatu walaupun cara yang dilalui bisa berasal dari mana saja.

Eropa, Amerika, dan Cina mampu menjadi kekuatan ekonomi pada masa nya dimana benang merah dari proses tersebut adalah PRODUKSI. Seberapa mampu negara tersebut memproduksi sebuah barang, mampu menghasilkan produk yang tepat guna dan bisa menjadi pondasi untuk pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sebuah bangsa.

Mahasiswa Teknik Mesin ITB sebagai calon penerus bangsa, harus menyadari akan adanya permasalahan di Indonesia. Sebagai mahasiswa, kita harus mempersiapkan pelbagai hal yang mungkin kita lakukan, agar kedepannya Mahasiswa Indonesia khusunya Mahasiswa Teknik Mesin ITB mampu menjawab tantangan yang diberikan, dan menjadi solusi atas permasalahan yang ada di Indonesia.

 

Main Problem

Struktur ekonomi Indonesia saat ini masih terfokus pada pertanian, dan industri yang megekstraksi dan mengumpulkan hasil alam. Industri yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah produk (adding value), proses produksi, dan distribusi di dalam negeri masih terbatas.

Kurangnya produktivitas disebabkan karena 2 faktor, faktor Sumber Daya Alam dan faktor Sumber Daya Manusia. Kualitas Sumber Daya Manusia dapat ditingkatkan dengan dengan pendidikan yang dilakukan sejak dini untuk membentuk basic yang berbudi. Faktor Sumber Daya Alam yang dimiliki Indonesia sangat mempengaruhi tingkat ekonomi bagi Indonesia. Indonesia kini sedang bergerak dari given-based economy ke arah knowledge-based economy. Untuk mencapai knowledge-based economy ada 3 program yang harus di jalankan.

Pertama, proses adding value dari sebuah proses produksi. Selama ini Indonesia hanya mengekstraksi bahan mentah, lalu menjualnya ke  luar negeri tanpa memproses terlebih dahulu dan memberikan nilai tambah pada produk tersebut sehingga nilai jual dari produk tersebut lebih rendah dan berdampak pada tidak optimalnya pendapatan negara dari beberapa sektor.

Kedua, Proses Produksi yang mandiri. Saat ini, Indonesia masih belum mampu memproduksi alat-alat yang dibutuhkan pada proses produksi, dan masih bergantung pada negara lain. Jika terus dibiarkan seperti ini, Masyarakat Indonesia hanya akan menjadi ‘babu’ di negara sendiri. Kita harus mampu membuat dan mempunyai sektor industri yang kuat, agar tercipta kekuatan ekonomi yang mampu memperbaiki kualitas bangsa Indonesia.

Ketiga, Proses Distribusi Nasional. Indonesia sebagai negara maritim yang terdiri dari pulau-pulau perlu sebuah sistem yang mengatur agar konektivitas nasional bisa berjalan dengan baik dan efektif. Peningkatan konektivitas ini dilakukan sebagai upaya agar lalu lintas hasil produksi dapat didistribusikan secara optimal.

Accept the Challenge

                Sebagai calon penerus bangsa, Mahasiswa Teknik Mesin ITB harus mempersiapkan segala sesuatu agar mampu menjawab tantangan tersebut sesuai posisi, peran, dan potensinya. Sebagai mahasiswa, kita wajib mengetahui permasalahan yang ada dan mampu menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Mahasiswa diharapkan mampu berkoordinasi baik dengan pelaku Industri maupun dengan elemen pemerintah. Apa yang mampu dilakukan oleh mahasiswa untuk menjawab tantangan dari pelaku industri dan berjalan sesuai dengan regulasi pemerintah, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan menghasilkan sesuatu yang mampu meningkatkan kualitas bangsa Indonesia.

Himpunan Mahasiswa Mesin ITB, sebagai salah satu lembaga yang turut mendukung kemajuan bangsa,  menjawab tantangan bangsa ini dengan mengadakan sebuah acara tahunan yang bernama “Mechanical Festival”. Mechanical Festival atau disingkat ‘M-Fest’ memiliki peran untuk mengajak mahasiswa Teknik Mesin ITB pada khususnya dan mahasiswa indonesia secara umumnya, untuk menjadi program Pencerdasan untuk kesepahaman bersama akan adanya masalah apa yang sedang dihadapi Indonesia dan bersama-sama mencari solusi untuk kemajuan bangsa.

M-Fest juga diharapkan memiliki peran untuk meningkatkan sense productivity di kalangan mahasiswa, agar ke depannya mahasiswa mampu berinovasi dan menciptakan kreasi baru kemajuan bangsa. Dari acara ini, diharapkan mahasiswa mampu dan mau untuk berfikir menciptakan sesuatu, to create something, agar kita menjadi bangsa yang mandiri dan tidak bergantung pada negara lain.

Dan terakhir, yang diharapkan dari acara M-Fest adalah lahirnya produk-produk baru dan kreatif level mahasiswa yang memiliki teknologi tepat guna agar mampu dilirik oleh pelaku industri, sehingga muncul kepercayaan dari pelaku industri terhadap hasil karya mahasiswa, dan ke depannya diharapkan hasil tersebut akan terus berkembang sehingga indonesia menjadi negara yang maju.

In the end…       

                Kami tahu bahwa perjalanan ini tidaklah mudah dan pendek. Rintangan yang berliku akan selalu senantiasa menghalangi niat kami untuk membangun negara kami yang tercinta, Indonesia. Tapi kami yakin, langkah kecil yang kami lakukan sekarang ini akan berakhir besar nanti dengan semangat dan determination yang kuat, serta terus percaya, bahwa mahasiswa Indonesia ke depannya akan mampu menjadi pondasi dan tonggak negara untuk membawa Indonesia menjadi negara yang di perhitungkan di kancah dunia. Dan, semuanya berawal dari langkah kecil kami.

 Kami percaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s