A thought

saya bingung harus mulai dari mana…
saat ini banyak sekali hal yang berkecamuk di fikiran saya.
rasanya semester ini begitu menghabiskan jiwa raga dan fikiran saya,
sampai satu titik.. lelah jiwa raga dan fikiran saya.. dan saya berfikir untuk berhenti sejenak.. sembari merewind fikiran saya,
what have I done. in my life. this whole time.

as maybe some of you know, that this mechanical thingy is not my thing. at all.
sometimes and somehow i felt like.. okey, saya tidak suka ada disini, then what? whining? please. udah bukan waktunya lagi sekarang.
3 tahun kebelakang saya mencari-cari di titik mana sebenarnya saya bisa menyukai, setidaknya sedikit saja sehingga nantinya tidak ada rasa penyesalan yang begitu menguasai fikiran saya
sehingga penyesalan tersebut justru akan merugikan saya nantinya.

suatu hari, teman saya, Renard, mengajak saya untuk ikut dia rapat di villa Bu Tri Mumpuni di Subang, rapat mengenai program yang
mungkin agak mainstream yaitu Indonesia Young Changemaker Summit pada Bukan Februari 2012 nanti.
well, saya tidak terlalu peduli ada orang bilang mungkin kegiatan ini terlalu mainstream, for me, this is a learning. a place to step up myself to another level.
waktu saya disana, saya merasa bahwa saya sama sekali tidak ada apa-apanya dibanding orang-orang yang lain yang ada disana,
waktu saya liat list committee nya. ada Pemimpin Asgar Muda, Mantan Presiden KM ITB, Presiden-presiden dari berbagai organisasi kepemudaan seperti, IFL, IYC, IEC, GYC, British Council, Ashoka, Greeneration, Sahabat Kota, dll.
wow, saya fikir. compare to all people here, who am i? i’ve done nothing. and for some reason, my mind is blaming myself, and said to myself, WHAT THE HELL ARE YOU THINKING THIS WHOLE TIME?
why the f*** you end up there without doing anything. perasaan menyesal terus berkecamuk dalam diri saya.
ya, mungkin memang setiap orang ada porsinya, ya, mungkin semua orang nasib dan jalan hidupnya lain-lain.
tapi kenapa jurangnya terasa begitu dalam dan begitu jauh, comparing me with other people there.
walaupun kemarin mungkin terlihat semua baik-baik saja. tapi saya tidak bisa membohongi diri saya sendiri bahwa saat ini saya kalah. jauh.
yang lain sedang berlari kencang..
saya… hanya berjalan santai.. merasa nyaman.. merasa bahwa saat ini hidup sedang dalam kondisi stabil.
which is, the most dangerous part of our life, being comfort.

rasanya waktu saya habis buat tugas akademik, hidup saya terasa penuh, sleepless, karna mengerjakan tugas tugas dari kampus.
saya merasa, sebagai anak ITB, bahwa tugas-tugas ini sangat menyita waktu saya.
jadi pada saat ada orang luar berbuat sesuatu, melakukan hal yang luar biasa, saya selalu punya pembenaran atas semua hal itu,
“ah mereka kan tugasnya ga banyak, ga kayak gw”
atau “tenang aja kali mad, ntar juga lo jd orang hebat kok, sekarang mah tugas dulu aja selesaiin”
while others there, yang kuliah juga, tugasnya banyak juga, nilainya luar biasa, tapi tetap bisa menjadi orang yang luar biasa dengan presatsi diluar prestasi akademiknya.
jadi selama ini pembenaran saya selalu kurang tepat. and i know it, and we know it. from the bottom of our heart.
selama ini saya berfikir bahwa hal yang saya lakukan sudah tepat, tapi semakin seiring berjalannya waktu saya sadari bahwa saya salah.
and i have to fix that.

hal yang menarik juga saat kemarin cerita cerita asyik bersama sahabat saya, Dep, kami sama-sama merasakan yang kebetulan sama.
degradasi kualitas diri.
menumpulnya kemampuan personal.
yang merasakan, mau tidak mau, bahwa penyebabnya tidak lain tidak bukan adalah kegiatan di kampus tercinta.
ntah mengapa, saat SMP atau SMA, kami sama-sama merasa bahwa kita sedang berada pada peak point, point terbaik,
point dimana kami sama-sama merasa puas karena merasa pernah melakukan sesuatu, tentu menurut definisi kami.

do something yang saya maksud adalah, bahwa kita pernah melakukan sesuatu, yang punya impact besar baik kepada orang sekitar,
ataupun lebih luas lagi.
standar saya, di jaman seperti sekarang ini, do something tentunya telah mengalami kenaikan definisi yag lebih tidak hanya mengerjakan sesuatu saja,
tapi harus ada impact nya.
seperti Alanda misalnya dengan IYC nya. atau Iman Usman misalnya dengan IFL nya.
kalau pernah melaksanakan kepanitiaan atau hal semacam itu, itu sama sekali tidak membuat saya menjadi spesial, menurut saya.

saya merindukan dimana adrenalin saya terpacu saat melakukan sesuatu, saya lupa rasanya dateng rapat dengan excited,
saya lupa rasanya mengerjakan hal-hal yang menguras jiwa raga dan fikiran saya.
rasanya di kampus ini, saya hanya memberikan apa yang pernah saya dapat,
instead of raising my bar.
increase my knowledge.
and step up myself into the next level.

ntah ini salah siapa…

hari ini.. Anies Baswedan, sang Penggagas program Indonesia Mengajar
merapat di Sabuga Institut Teknologi Bandung, untuk roadshow mengenai program yang ia gagas, an outstanding thoughts from an incredibly awesome person.
saya merasa bahwa tadi bukan hanya sekedar roadshow,
tapi lebih kepada wake up call
buat saya. buat kami.
bahwa kita punya JANJI yang harus kita lunasi.
saat Indonesia merdeka, Indonesia menjanjikan 4 hal kepada rakyatnya, salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
poin itu yang menjadi awal langkah seorang Anies Baswedan menyadari bahwa, instead of mengutuk kegelapan, lebih baik kalau kita menyalakan cahaya.
“sukses itu sering bukan karena kita meraih sesuatu, melainkan berhasil menyelesaikan dan melampaui tantangan dan kesulitan”. -Anies Baswedan

inspirational speech tadi, sekali lagi membuat saya tertegun.
akan apa yang pernah saya lakukan. dan apa yang pernah mereka lakukan.
pengalaman tak ternilai yang dibagikan kepada kami tadi, membuat kami menangis terharu, tertawa lepas, tersenyum kecil, dan membuat kami tersadar.
bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan, diluar sana.

all we have to do is always try to learn, find something new,
stop whining,

jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita dapat.
jangan pernah mengeluh,
jangan pernah merasa bangga akan apa yang sudah kita raih.
jangan pernah merasa bahwa kitalah yang paling susah, kitalah yang paling jarang tidur,
hey hey wake up guys
out there, there is a lot of people, who struggle more than we are.

and like Steve Jobs always said. “stay hungry, stay foolish.”

you may feel that you are not good enough.
for you to always reflect yourself. what have you done.
but in another time, you have to be more confident, to show your quality.
and share at least, something that you’ve ever get.

that’s what i learn.
maybe someday, somewhere, somehow, you’ll see me shine.
i hope.
someday.

bandung, 29 November 2011

Advertisements

One thought on “A thought

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s